January 01, 2016

Evaluasi Manajemen Pelatihan Dakwah

EPENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Setelah kegiatan selesai, langkah yang selanjutnya dilakukan adalah evaluasi. Demikian juga dengan pelatihan dakwah. Setelah selesai tahap kegiatan pelatihan dakwah, maka dilakukan evaluasi.
Dengan adanya evaluasi kegiatan pelatihan dakwah memungkinkan tiap yang terlibat dalam pelatihan dakwah akan terlihat hasilnya. Evaluasi juga memberikan bahan perbaikan untuk masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan evaluasi akan menberikan keterangan tentang kelebihan dan kelemahan pelatihan dakwah.
B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang diatas, rumusan masalah dalam makalah ini antara lain:
a.       Apa yang disebut evaluasi pelatihan dakwah?
b.      Apa tujuan dari evaluasi pelatihan dakwah?
c.       Apa manfaat pelatihan dakwah?
d.      Apa sasaran atau objek evaluasi pelatihan dakwah?
e.       Apa prinsip dasar evaluasi pelatihan dakwah?
f.       Bagaimana evaluasi persiapan pelatihan dakwah?

PEMBAHASAN
   A.    Pengertian Evaluasi Pelatihan Dakwah
Evaluasi (bahasa Inggris:Evaluation) adalah proses penilaian.[1] Evaluasi pelatihan dakwah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan dakwah. Setelah perencanaan (pra-pelatihan dakwah), dan pelaksanaan (proses pelatihan dakwah), maka tibalah evaluasi (pasca pelatihan dakwah).[2]
Menurut Munir dan Wahyu, bahwa evaluasi dakwah adalah meningkatkan pengertian manajerial dakwah dalam sebuah program formal yang mendorong para manajer atau pemimpin dakwah untuk mengamati perialku anggotanya, lewat pengamatan yang lebih mendalam yang dapat dihasilkan melalui saling pengertian diantara kedua bela pihak.[3]
Evaluasi atau penilaian berarti penentuan kemajuan pelatihan dakwah dengan tujuan yang telah ditentukan. Evaluasi pelatihan dakwah merupakan suatu usaha untuk memperoleh informasi tentang hasil dari suatu program pelatihan dakwah.
Evaluasi dalam setiap kegiatan memiliki nilai penting, karena dengan evaluasi kita dapat menentukan nilai atau manfaat dari kegiatan yang dilakukan , melalui informasi yang diperoleh.[4]
   B.     Tujuan Evaluasi Pelatihan Dakwah
Secara umum  tujuan evaluasi latihan antara lain adalah :
1.      Mendapatkan dan menganalisis infomasi  untuk mengetahui pencapaian tujuan jangka pendek dan jangka panjang pelatihan dakwan.
2.      Menemukan bagian-bagian dpelatihan dakwah mana yang berhasil mencapai tujuan, serta bagian- bagian mana dari pelatihan dakwah yang kurang berhasil, sehingga dapat dibuat langkah-langkah perbaikan dimasa yang akan datang.
3.      Untuk mengetahui program latihan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dilapangan.
4.      Memberi kesempatan para peserta yang menyumbang saran dan penilaian terhadap program yang dijalankan.
5.      Untuk mengetahui tingkat perubahan sikap serta tingkah laku peserta didik.
6.      Untuk menjadi alat pembantu dalam proses pelatihan dakwah. Apabila seorang siswa mengetahui dirinya akan dievaluasi, maka tingkah laku dan proses belajar akan dipengaruhi. Misalnya, bila setiap akhir pelatihan dakwah dilakukan ujian, maka peserta akan berusaha sebaik mungkin. Ini berarti evaluasi mempunyai pengaruh terhadap proses belajar dalam pelatihan dakwah, maka dapat digunakan sebagaisarana untuk membantu proses belajar.
Sikap dan tingkah laku kualitas dan kuantitas seseorang menentukan pola  reaksi seseorang dalam menghadapi persoalan. Sikap dan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan,  nilai, serta semangat hidup dari orang yang bersangkutan.
    C.    Manfaat  Evaluasi Pelatihan Dakwah
Evaluasi pelatihan dakwah memiliki banyak manfaat, antara lain:
1.      Memperoleh informasi tentang hasil pelaksanaan program pelatihan dakwah.
2.      Untuk mengetahui relevansi program pelatihan dakwah dengan kebutuhan dilapangan.
3.      Membuka kemungkinan untuk memperbaiki atau menyesuaikan program pelatihan dakwah dengan perkembangan keadaan.
4.      Untuk mengetahui apakah pelatihan dakwah bisa memerankan sebagai sebuah investasi maksudnya semua yang mengikuti pelatihan dakwah dapat memperoleh keuntungan di masa depan (investasi)
5.      Untuk menambah reputasi dan pengaruh bagi penyelenggara pelatihan dakwah
6.      Untuk mengetahui apakah kegiatan pelatihan dakwah perlu dilanjutkan atau dihentikan
Adapun manfaat dakwah secara khusus antara lain :
1.      Bagi peserta evaluasi pelatihan dakwah membantu mereka dalam menilai pengetahuan dan kemampuan yang baru diperolehnya dari pelatihan dakwah. Apakah pengetahuan dan kemampuan yang sudah dimilikinya sesuai yang diinginkan sebelumnya.
2.      Bagi pelatih, dengan evaluasi mereka dapat menilai tingkat kesesuaian materi pelatihan dakwah yang disampaikannya kepada peserta.
3.      Bagi ahli pelatih dakwah, evaluasi dapat membantu mereka dalam menggambarkan realitas, sebagai bahan memberikan penghargaan atau kritik kepada pihak yang terkait.
4.      Bagi penyelenggara pelatihan dakwah, evaluasi memiliki nilai penting dalam mengetahui pencapaian pelatihan dakwah dan perubahan perilaku peserta pelatihan.
   D.    Sasaran  atau Objek Evaluasi Pelatihan Dakwah
Sasaran pokok evaluasi dibedakan menjadi dua. Pertama prestasi belajar peserta dengan titik berat pada perkembangan sikap. Kedua  tingkah laku dan efisiensi serta efektivitas penyelenggara latihan.
1.      Menilai prestasi belajar, yaitu tingkat pemahaman dan kesadaran peserta terhadap apa yang dipelajari serta tingkat kemampuan peserta untuk melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan apa yang dipelajari. Untuk meengetahui nilai prestasi belajar tersebut, bisa dilakukan dengan menilai prestasi belajar secara individual, kelompok, maupun peserta secara keseluruhan.
2.      Menilai efisiensi dan efektivitas penyelenggara latihan
Efisiensi mengacu pada ketepatan penggunaan sumber daya manusia, sarana, dana, waktu dan lingkungan. Sedangkan efektivitas mengacu pada tingkat pencapaian tujuan. Keduanya dapat dihubungkan dengan kegiatan latihan. Namun kedua ha itu pula sering kali tidak sejalan. Misalnya yang efisien belum tentu efektif. Dalam rangka idealnya adalah keduanya harus dicapai yaitu latihan yang efektif dan efisien. Tetapi kalau boleh memilih maka boleh saja latihan efisien harus efektif.
Yang termasuk didalam sasaran pokok tentang efisiensi dan efektivitasi penyelenggara adalah:
a.       Penampilan pelatih
b.      Penyediaan berbagai kemudahan atau pemberian berbagai sarana dan fasilitas.
c.       Tentang bahan atau program belajar.
Adapun hal-hal yang harus dievaluasi mencakup soal :
a.       Penguasaan bahan, tingkat partisipatif peserta
b.      Sikap dan gaya
c.       Urutan dan teknik penyajian
d.      Penciptaan suasana belajar
e.       Alat peraga atau suasana belajar yang digunakan dan seterusnya.
Evaluasi terhadap penyajian berbagai kemudahan atau pembagian berbagai fasilitas dapat dilakukan oleh para peserta pelatih atau penyelenggara pelatihan dalam bentuk nilai diri sendiri. Hal hal yang dievaluasi dapat mencangkup :
a.       Soal penginapan
b.      Pelayanan kesehatan
c.       Kesempatan rekreasi
d.      Pelayanan transportasi
e.       Pelayanan administrasi
f.       Soal interaksi dan komunikasi antara berbagai pihak
g.      Tentang mengatur waktu untuk berbagai kegiatan dan sebagainnya.
Evaluasi terhadap bahan program belajar dapat dilakukan oleh peserta maupun para pelatih. Hal hal yang dievaluasi dapat mencangkup:
a.       Tingkat pemanfaatann atau bahan  program belajar
b.      Kesesuain dalam kebutuhan
c.       Tingkat kesulitan atau kemudahan mencari sumber dan sebagainnya
Pada umumnya evaluasi pelatihan dakwah meliputi evaluasi peserta program pengajaran, pelatih atau fasilitator, penyelenggara, sarana dan prasarana, biaya, bahkan bila memungkinkan evaluasi alumni, hingga tingkat penyerapan masyarakat di lapangan
    E.     Prinsip Dasar Evaluasi Pelatihan Dakwah
Prinsip dasar evaluasi pelatihan dakwah antara lain:
1.      Evaluasi dalam latihan partisipatif merupakan bagian integral belajar dari semua pihak yang terlibat.
2.      Karna merupakan bagian integral proses belajar, arah evaluasi adalah demi perbaikan ( yang bersifat formatif ) dan demi pertanggungjawaban ( yang bersifat sumatif ).
3.      Karna arahnya demi perbaikan dan pertanggung jawaban, maka pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan dengan saling mengevaluasi dan melakukan evaluasi diri atau mengadakan refleksi.
4.      Evaluasi dilakukan secara berkala
5.      Pada prinsipnya evaluasi baik dilakukan pada tahap pra latihan, tahap pelaksanaan latihan dan tahap pasca latihan.

   F.     Evaluasi Persiapan Pelatihan Dakwah
Sebagai pedoman, Mettew Millas[5] membuat suatu garis besar pertanyaan yang dapat digunakan sebagai sebuah daftar bagi persiapan evaluasi:
1.      Sebelum latihan dilakukan, perlu diketahui :
a.       Harapan-harapan : apa yang menjadi harapan peserta, kepercayaan, ketakutan dan kekhawatiran mereka terhadap sesuatu yang akan atau tidak akan terjadi.
b.      Pengalaman : latihan apa saja yang sebelumnya pernah mereka lakukan dan ikuti.
c.       Tanggung jawab : apa yang menjadi tanggung jawab tugas mereka sehari-hari, sebagai pribadi dan anggota kelompok.
d.      Hubungan : bagaimana hubungan peserta dengan yang lain pada waktu yang lalu dan yang akan datang.
2.      Setelah latihan perlu diketahui :
a.       Reaksi emosi ( perasaan ) : gunakan skala rating
b.      Informasi yang diminta ( pengertian apakah yang jelas atau tidak )
c.       Perasaan kompetensi dalam ketrampilan
d.      Proses kelompok : bagaimana caranya kelompok bekerja, baik atau buruk
e.       Kebutuhan lain berikutnya : apakah yang menjadi kebutuhan peserta dimasa yang akan datang
f.       Jenis ketrampilan yang ingin lebih ditingkatkan
g.      Administrasi dan pelayanan pemandu
h.      Pelayanan selama pelatihan
i.        Harapan peserta tentang pelayanan yang sebaiknya dan dapat diberikan oleh pemandu pelatihan

PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Evaluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberi nilai secara obyektif pencapaian hasil-hasil yang telah di rencanakan sebelumnya. Sedangkan evaluasi dakwah adalah suatu proses pengumpulan data menganalisis informasi tentang efektifitas dan dampak dari suatu tahap atau keseluruhan program.
Salah satu tujuan diadakan evaluasi pelatihan dakwah adalah untuk menilai apakah proses pelatihan dakwah yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak, dan utuk menganalisis kelemahan dan kelebihan dari pelatihan yang dilaksanakan, agar pelatihan yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang bisa lebih baik.
Sasaran pokok evaluasi pelatihan dakwah ada dua yaitu: pertama prestasi belajar peserta dengan titik berat pada perkembangan sikap. Kedua adalah tingkah laku dan efesiensi serta efektivitas penyelenggaraan pelatihan.

B.     SARAN
Dengan adanya makalah ini penulis berharap dapat memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pelatihan Dakwah dengan baik. Penulis berharap makalah ini bisa menjadi bacaan dan inspirasi yang baik khususnya mahasiswa dan kalangan akademika. Penulis menyadari makalah ini banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran penulis harapkan untuk memperbaiki makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Curtis, dan B. Floyd, James J. Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Remaja Rosdakarya: Bandung. 1996.
kusnawan,Aep kusmawan, Aep Sy Firdaus. Manajemen Pelatihan Dakwah. Jakarta: Rineka Cipta.2009.
Moekijat. Evaluasi Latihan.Mandar Maju: Bandung. 1993.
Ribat,L.Modul Training for Trainer (TOT). Pesantren FZQ: Jati Nangor. 2002.




[1]               Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Remaja Rosdakarya, Bandung. 1996. Hal 414
[2]                Moekijat, Evaluasi Latihan, Mandar Maju, Bandung, 1993, hlm.40.
[4]                Aep kusmawan, Aep Sy Firdaus, Manajemen Pelatihan Dakwah, Jakarta:Rineka Cipta.2009. hlm. 179-180.
[5]               L.ribat, Modul Training for Trainer (TOT), Pesantren FZQ, Jati Nangor, 2002, hlm. 41.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2015 Baca Online dan Seputar Blog
| Distributed By Gooyaabi Templates