January 01, 2016

Sistem Informasi Manajemen Dakwah

PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang Masalah
Sistem informasi manajemen dakwah terdiri dari empat kata yaitu : sistem, informasi, manajemen dan dakwah .kata sistem dapat diartikan sebagai himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama. Informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi. Manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dakwah itu sendiri dapat didefinisikan sebagai upaya mengajak, menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan permintaan. Istilah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah tabligh, amr ma'ruf nahyi munkar, mau'idzah hasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, ta'lim, dan khatbah.
Dakwah pada era saat ini sangat berbeda dengan dakwah yang terjadi pada masa lalu. Pada era modern seperti saat ini sistem informasi manajemen sangat membantu memperluas dakwah. Dengan adanya sistem informasi tersebut maka semakin banyak orang yang dapat memerima dakwah kita. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai peran sistem informasi manajemen dakwah dalam lembaga dakwah.
      B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini antara lain adalah:
1.      Apa yang dimaksud dengan sistem informasi manajemn dakwah?
2.      Bagaimana peran atau urgensi nya sistem informasi manajemen dakwah dalam lembaga dakwah?





PEMBAHASAN
    1.      Sistem Informasi Manajemen Dakwah
Informasi merupakan suatu hal yang sangat penting didalam pengamblan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi. Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis, sistem informasi adalah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan stategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.[1]
Syopiansyah Jayaputra mendefinisikan sistem informasi manajemen sebagai kumpulan dari sistem manajemen atau  sistem yang menyediakan informasi  yang bertujuan mendukung operasi manajemen dan mengambil keputusan dalam suatu organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolahan informasi  yang berbasil pada komputer dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk siapa, dan kapan harus disajikan.[2]
Sistem informasi manajemen, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan.
Gagasan sebuah sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. Namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Banyak para sarjana ahli manajemen mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen, diantaranya:
a.        Definisi dari Donald W. Kroeber dalam bukunya berjudul Management Information Systems mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
b.      Gordon B. Davis mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah system pemakai yang terintegrasi yangn menyediakaninformasi untuk menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dan prosedur-prosedur manual, model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas pengertian Sistem Informasi Manajemen Dakwah ialah kumpulan komponen/subsistem informasi yang saling berhubungan dan mendistribusikan informasi untuk mengambil keputusan untuk pengelolaan sebuah organisasi/aktifitas dakwah.[3]

     2.      Urgensi dan Peran Sistem Informasi Manajemen Dakwah dalam Lembaga Dakwah  
Secara umum urgensi sistem informasi manajemen dakwah dalam organisasi dakwah, dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Sistem informasi manajemen dakwah merupakan sarana dan alat untuk menggambarkan secara factual mengenai kondisi dan situasi internal maupun eksternal organisasi dakwah.
b.      Sistem informasi manajemen dakwah, membantu untuk memaksimalkan setiap fungsi-fungsi atau bidang manajemen organisasi dakwah.
c.        Sistem informasi manajemen dakwah dapat membantu organisasi dakwah untuk melaksanakan kegiatan dakwah yang objektif dan tentunya agar dawah tidak nomoton dan kaku.
Sebelum melakukan kegiatan dakwah terlebih dahulu organisasi dakwah sebut saja panitia menyiapkan perencanaan melalui peta dakwah yang didalamnya meliputi.
    a.       Lokasi
    b.      Keadaan masyarakat/lingkungan setempat
    c.       Keadaan ekonomi
    d.      Pendidikan
    e.       Budaya
    f.       Bahasa
Data tersebut diperoleh melalui beberapa media diantaranya :
   a.      Elektronik
   b.      Massa
   c.       Observasi langsung atau bertanya kepada masyarakat
Untuk mengetahui kebenaran data yang di terima dari beberapa media, maka panitia mengutus beberapa orang untuk melakukan observasi  ke lokasi target tersebut. Setelah itu hasil informasi yang didapat dikaji, barulah tahap selanjutnya yaitu pengorganisasian untuk menentukan:
    a.        Da`i yang sesuai dengan keadaan masyarakat setempat
    b.       Materi
    c.       Metode
    d.       Sarana
    e.        Biaya yang dibutuhkan
f.       Waktu kegiatan dakwah
Informasi yang diterima disimpan untuk bahan evaluasi yang nantinya bisa dilihat berhasil atau tidaknya kegiatan dakwah tersebut.Setelah data yang diterima telah diproses maka barulah pelaksanaan kegiatan dakwah. Dlam pelaksanaan kegiatan di lakukan pengawasan dan pengendalian apakah pelaksanaan kegiatan dakwah itu sesuai dengan informasi yang diterima dan sesuai dengan rencana yang ditelah dibuat atau malah sebaliknya.
Seusai pelaksanaan kegiatan maka tahap selanjutnya yaitu evaluasi kegiatan dengan melihat data yang disimpan. Dari evaluasi tersebut maka akan diambil keputusan apakah tujuan kegiatan tersebut terlaksana dan realisasikan ataukah tidak.[4]

PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen Dakwah adalah suatu proses pendekatan yang teroganisir dan terencana dengan menggunakan fasilitas teknologi komputer untuk memberikan informasi yang tepat, sistematis, dan jelas serta dapat memberikan kemudahan dalam proses manajemen dakwah. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen untuk harus banyak kita galih lagi melalui media komputer. Masih banyak sekali hal-hal yang belum diketahui oleh lembaga-lembaga dakwah atau da’I perorangan yang belum mengetahui tentang betapa pentingnya sistem informasi manajemen dakwah sebelum kita berdakwah.
Sistem informasi manajemen dakwah sangat berperan penting dalam kelangsungan dakwah pada saat ini. Dengan adanya sistem informasi manajemen dakwah maka akan sangat membantu para da’i yang akan melakukan dakwah.

B.     Saran
Dengan adanya makalah ini penulis berharap dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Dakwah dengan baik. Penulis berharap makalah ini bisa menjadi bacaan dan inspirasi yang baik khususnya mahasiswa dan kalangan akademika. Penulis menyadari makalah ini banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran penulis harapkan untuk memperbaiki makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Jayaputra,Syopiansyah, Aang Subiakto, Pengantar Sistem Informasi, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006, hlm.82.
Leitch,Robert A./K. Roscoe Davis, Accounting Information Systems, dalam Analisis dan Design Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur.pdf




[1] Robert A.Leitch/K. Roscoe Davis, Accounting Information Systems, dalam Analisis dan Design Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur.pdf,hlm.11
[2] Syopiansyah Jayaputra, Aang Subiakto, Pengantar Sistem Informasi, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006, hlm.82.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2015 Baca Online dan Seputar Blog
| Distributed By Gooyaabi Templates